- Diposting oleh : Ibnu Ishaq, C.VLD
- pada tanggal : September 16, 2026
Rifanli Mohamad Jakaria, siswa kelas 5 SDN 16 Anggrek, bersama teman-temannya merasa risau melihat ruang kelas mereka yang masih minim hiasan dan media pembelajaran.
Kondisi tersebut mendorong Rifanli mengambil inisiatif sederhana. Ia berusaha mencari ide agar ruang kelas menjadi lebih menarik, tertata, serta memiliki berbagai informasi yang bermanfaat.
Dengan memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan atau AI, Rifanli mulai membuat berbagai gambar untuk menghiasi ruang kelasnya bersama teman-teman.
Gambar tersebut antara lain berisi struktur kelas, pembagian tugas menyapu, jadwal pelajaran, serta berbagai visualisasi lain yang dapat membantu memperindah lingkungan belajar.
Bagi Rifanli, penggunaan AI bukan sekadar menghasilkan gambar, tetapi menjadi sarana menuangkan ide dan kreativitas untuk menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan.
Guru kelas 5 SDN 16 Anggrek memberikan apresiasi kepada Rifanli atas inisiatif dan kreativitasnya dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung penataan ruang kelas.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh siswa kelas 5 yang menunjukkan kepedulian terhadap kelas. Di waktu lowong, mereka terkadang menggunting kertas untuk membuat berbagai hiasan.
Kegiatan sederhana tersebut menunjukkan semangat gotong royong siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Kreativitas mereka menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung di luar kegiatan akademik.
Inisiatif Rifanli dan teman-temannya memperlihatkan bahwa teknologi dan kreativitas dapat berjalan bersama. Dari ruang kelas yang minim hiasan, siswa menghadirkan gagasan sederhana yang bernilai edukatif.

