Skip to Content
Loading...
Lensa Guru
Lensa Guru
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Indonesia Pernah Kirim Guru ke Malaysia, Kini Peringkat Universitas Berubah


Hubungan Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan menyimpan catatan sejarah yang penting. Pada akhir 1960-an hingga dekade 1970-an, Malaysia mengalami kekurangan tenaga pendidik terlatih, terutama pada bidang sains, matematika, dan bahasa Melayu, sehingga membutuhkan dukungan dari negara sahabat.

Pemerintah Malaysia kemudian mengajukan permintaan resmi kepada Presiden Soeharto agar Indonesia membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik tersebut. Menindaklanjuti permintaan itu, Indonesia mengirimkan ratusan guru sekolah menengah serta puluhan dosen untuk mengabdi di berbagai lembaga pendidikan di Malaysia.

Para guru dan dosen asal Indonesia tidak hanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Mereka juga berperan dalam penyusunan kurikulum, penguatan sistem pendidikan, serta pengembangan tata bahasa Melayu setelah hubungan diplomatik kedua negara kembali normal.

Sejumlah dosen Indonesia turut mengajar di Universitas Kebangsaan Malaysia pada masa awal pengembangannya. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari kerja sama pendidikan yang mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan.

Lebih dari lima dekade berselang, perkembangan pendidikan tinggi di kedua negara menunjukkan dinamika yang berbeda. Berdasarkan QS World University Rankings 2027 yang dirilis pada 18 Juni 2026, Universiti Malaya berhasil menempati peringkat ke-56 dunia, naik dari posisi ke-58 pada edisi sebelumnya.

Pada pemeringkatan yang sama, Universitas Indonesia menempati peringkat ke-191 dunia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Universiti Malaya masih menjadi perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi di Malaysia, sementara Universitas Indonesia tetap menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan reputasi internasional yang terus berkembang.

Perbandingan tersebut tidak mengurangi makna sejarah hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan. Indonesia pernah memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan Malaysia pada masa awal pembangunan nasionalnya, sedangkan saat ini masing-masing negara terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan riset, inovasi, kolaborasi internasional, dan kualitas lulusan.

Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan merupakan proses jangka panjang. Kerja sama antarnegara, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan yang berdaya saing global.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?